(13/10) Santri Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri (PPNU Pi) mengadakan dzikir dan doa bersama dalam rangka menyambut pergantian tahun hijriyah. Dzikir dan doa dipimpin langsung oleh Ibunda Nyai Hj Barokah Nawawi. Dalam kesempatan ini Ibunda berpesan dengan adanya pergantian tahun ini semoga para santri dapat merenungkan kelalaian dan pelanggaran yang telah dilakukan terhadap Allah SWT serta mampu memperbaiki diri dan tidak akan mengulangi kesalahan tersebut. Dzikir dan pembacaan doa akhir tahun dilaksanakan di komplek Subulussalam Lantai I setelah salat Ashar berjamaah dan diikuti oleh seluruh santri PPNU Pi.
Pembacaan doa awal tahun akan dilaksanakan setelah salat Maghrib berjamaah dan dilaksanakan di Masjid Al–Faruq PPNU Pi. Setelah dzikir dan doa bersama dilanjutkan dengan acara sema’an bagi santri JHQ serta muqoddaman bagi santri non JHQ. Kegiatan ini akan dilaksanakan di komplek Subulussalam lantai III. (che)
Selasa, 13 Oktober 2015
Senin, 12 Oktober 2015
Perwakilan PPNU Pi menuju MQK tingkat Provinsi
(13/10) Enam perwakilan Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri (PPNU Pi) dipastikan mewakili Kota Yogya dalam Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) PD Pontren Kemenag menuju MQK tingkat provinsi DIY. Keenam perwakilan tersebut adalah Ibnati Faiqoh (Juara I Nahwu Ulya), Fitriyani Solicha (Juara I Tarikh Ulya), Arum Khulasotul (Juara I Nahwu Wustho), Arina (Juara II Akhlak Ula), Faza Amaliya dkk (Juara II Debat Bahasa Inggris), Alfira Syahputri (Juara II Fiqih Ulya), Inayatul Ngulya Alwi (Juara II Ushul Fiqih Marhalah Ulya). MQK merupakan salah satu program Kemenag yang diselenggarakan untuk memfasilitasi dan mewadahi santri-santri berprestasi. MQK yang diselenggarakan di Kantor Kemenag Kota Yogyakarta pada 11 Oktober 2015 ini diikuti oleh 256 peserta dari pesantren-pesantren yang ada di kota Yogyakarta. Selain keenam juara di atas, PPNU Pi juga berhasil meraih dua juara lainnya, yaitu Juara III Nahwu Marhalah Wustho (Laila), Juara III Tafsir Marhalah Wustho (Jihan Istiqomah). (che)
Sabtu, 10 Oktober 2015
PP Nurul Ummah Putri Selenggarakan Orientasi Santri
(10/10) Orientasi Pengenalan Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri (OP3NU Pi) merupakan salah satu agenda tahunan Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri (PPNU Pi). OP3NU Pi diikuti oleh 97 santri baru, baik santri menetap maupun santri laju. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkenankan PPNU Pi dengan semua unsur-unsur yang ada di dalamnya. Tema yang diangkat pada OP3NU Pi tahun ini adalah ”Mewujudkan Santri yang Berbudi Luhur serta Terkoneksi antara Agama dan Bangsa”
Kegiatan ini berlangsung pada 2-4 Oktober 2015 dan dibuka oleh Ibunda Hj Barokah Nawawi selaku pengasuh PPNU Pi. Pada hari pertama peserta OP3NU Pi dibekali pengetahuan tentang ahlu sunnah wal jama’ah yang diisi oleh KH. Munir Syafa’at dan sosialisasi keamanan dan ketertiban PPNU Pi. Pada hari kedua, peserta diajak untuk mengenal lingkungan pondok dengan road to Mataram. Pada sesi ini, setiap kelompok diberi kesempatan unjuk kebolehan menampilkan yel-yel yang telah dibuat. Peserta kemudian dikenalkan dengan beberapa Unit Kegiatan Santri (UKS), enterpreneurship, wawasan kenurulummahputrian, serta ramah tamah dengan pengasuh. Pada kesempatan ini Ibunda Hj Barokah Nawawi berpesan kepada para santri untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan OP3NU Pi dengan baik dan tertib, karena OP3NU Pi menjadi bekal bagi para peserta untuk bermasyarakat dalam lingkungan pondok. Pada hari ketiga santri dibekali dengan trainning salat dan Achivement Motivation Trainning (AMT).
OP3NU Pi diakhiri dengan pentas seni yang ditampilkan oleh masing-masing kelompok. Walaupun persiapan untuk pentas seni terbatas, tetapi peserta mampu menampilkan yang terbaik. Chamdiyah, S. Pd selaku lurah PPNU Pi menutup serangkaian acara OP3NU Pi setelah pembagian hadiah untuk kelompok-kelompok terbaik. Predikat Miss OP3NU Pi pada tahun 2015 diraih oleh Fatimah dari kelompok Zaenab. (che)
Jumat, 09 Oktober 2015
MAULID AL-BARZANZI DAN RESHUFFLE PENGURUS PPNU-PI
Kamis (17/9) Kegiatan malam Jumat yang biasanya bertempat di Mushalla Darussalam, satu-persatu mulai beralih ke gedung Subulussalam. Kegiatan tersebut di antaranya adalah sema’an, muqaddaman, dan maulid al-Barzanzi. Pengalihan kegiatan ini dimaksudkan agar gedung yang belum sepenuhnya berfungsi tersebut bisa semarak dan tidak terkesan sepi. Maulid al-Barzanzi yang dipimpin oleh Kamar Hafsoh Empat dan Darussalam Tiga berjalan lancar di depan gedung Subulussalam. “Jadi, ini pertama kalinya kami outdoor” ujar Khamdiyah, S.Pd.I., Lurah Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri 1436-1438 H. Meskipun soundsystem yang tersedia terbilang sangat sederhana, pembacaan Maulid Dziba’i tetap berlangsung dengan khidmat. Keadaan santri yang duduk beralaskan koran tidak lantas menyurutkan semangat mereka melagukan shalawat nabi dengan penuh penghayatan. Seragam putih khas santri yang dikenakan pada malam tersebut menggambarkan simbol kesucian Sayyidul Ayyam, yakni malam Jumat. Simbol itu kemudian digambarkan lebih lanjut melalui mushafahah seluruh santri sekaligus penutupan dan pembubaran.
Pada kegiatan malam Jumat tersebut, Pengurus Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri melalui perwakilan koordinator departemen masing-masing menyampaikan beberapa pengumuman penting terkait keseharian santri. Departemen Keamanan dan Ketertiban (Depkamtib) menyampaikan peraturan terkait keamanan kendaraan. Keamananan kendaraan merupakan tanggung jawab masing-masing sehingga dibutuhkan kesadaran dari tiap-tiap individu (santri) untuk mengamankannya. “Tidak usah menunggu dioprak-oprak sama pengurus nggeh kalo mau memasukkan motor” pesan Juhrotul Khulwah, S.H.I. “Dan apabila masuk parkiran pondok , motor harus sudah ditempeli stiker pitsantri” lanjutnya. Lain halnya dengan Depkamtib, Departemen Pendidikan dan Keterampilan (Depdiktram) menekankan sekali terkait pentingnya mengaji. Santri yang tidak tertib dalam kegiatan mengaji mendapatkan ta’ziran seperti yang sudah dilaksanakan di depan halaman Subulussalam ketika siang hari dan berpanas-panasan. Depdiktram juga mengumumkan adanya pelatihan merajut dan make up. Pelatihan tersebut dipandang sebagai bekal yang kelak dapat bermanfaat terlebih ketika santri sudah boyong ke daerah masing-masing. Terakhir, Depdiktram menekankan kembali terkait penggunaan mukena terusan untuk meminimalisasi terbukanya aurat ketika shalat. “Jadi, mukena yang masih potongan, segera diganti dengan yang terusan ya,” ujar Dwi Rahmawati, S.Pd.I. Berikutnya adalah pengumuman yang sudah ditunggu-tunggu, yakni pengumuman libur pesantren dalam rangka menyemarakkan Idul Adha 1436 H. “Libur dimulai sejak hari Selasa, 22 September 2015 dan berakhir pada hari Sabtu, 26 September 2015, jadi malam Ahad seluruh santri sudah berada di pondok dan aktif melaksanakan kegiatan rutin” ujar Khamdiyah S.Pd.I. Selesai pembacaan pengumuman, sekretaris PPNU–Pi membacakan Surat Keputusan Pengurus PPNU-PI (reshuffle) masa khidmat 1436-1438 H. Dinamika yang terjadi di dalam tubuh kepengurusan PPNU-Pi menuntut adanya anggota baru untuk meneruskan roda amanah agar tetap berjalan menuju tujuan mulia. Di antara anggota baru tersebut adalah Khafidlotul Latifah, S.Pd sebagai Sekretaris II, Siti Nurhayati , S.Pd .I sebagai anggota Departemen Perlengkapan, dan Fitri Nur Badriyah yang semula adalah Sekretaris I naik pangkat menjadi Ketua II. Reshuffle tersebut terjadi dalam usia kepengurusan yang masih sangat muda. Meskipun demikian, seluruh pihak berharap Pondok Pesntren Nurul Ummah Putri dapat berperan sebagai cahaya bagi ummat dengan cahaya yang sebenar-benarnya. Amin...
Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Perpustakaan an-Nabil Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri
Kamis (17/9) Genap satu tahun kepengurusan, Pengurus Perpustakaan an-Nabil melaporkan hasil kerja selama satu tahun di hadapan Pengurus Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri yang diwakili oleh Dewan Pengurus Harian dan Koordinator tiap departemen. Bertempat di lantai I sebelah utara gedung Subulussalam, acara berjalan lancar dan tertib. Acara dimulai pada pukul 22.30 WIB dan berakhir pada pukul 23.30. Ketua Pengurus Perpustakaan an-Nabil, Umi Khariroh mewakili rekan-rekannya membacakan program kerja periode 1435/1436 H beserta realisasinya. Dalam acara LPJ tersebut, Ibu Ummu Mawaddah, S.Pd.I selaku moderator membuka forum tanya jawab yang dibagi menjadi dua termin. Termin pertama diperuntukkan bagi dua penanya dan termin kedua diperuntukkan bagi tiga penanya. Selain bertanya, beberapa Pengurus PPNU-Pi mengajukan saran dan masukan untuk kepengurusan perpustakaan an-Nabil sekarang dan selanjutnya. Dengan adanya forum tanya jawab tersebut, LPJ menjadi lebih menarik dan semangat karena hampir semuanya aktif berdiskusi. Melalui Program “Koin Peduli Baca”, Perpustakaan an-Nabil mengajak santri untuk lebih dekat dengan perpustakaan. Perpustakaan merupakan salah satu media yang berperan penting dalam mencerdaskan anak bangsa. Dengan membaca, semua orang tak terkecuali para santri akan mendapatkan wawasan yang lebih luas dan aktual, apalagi di era yang semakin maju ini, membaca merupakan hal yang sifatnya urgent. “Koin Peduli Baca” digalakkan melalui pemasangan “kotak peduli” di beberapa tempat yang memang lebih sering dilewati oleh para santri, di antaranya kamar mandi, masjid al-Faruq, depan kantor PPNU-Pi, tiap-tiap komplek, dan beberap titik dekat lainnya. Dengan demikian, ketika santri membawa uang recehan atau menemukan uang luqathah di sekitar area pesantren bisa memasukkannya ke dalam kotak “Koin Peduli Baca” terdekat. Program ini ternyata mendapat antusiasme dari santri, dibuktikan dengan perolehan uang yang mencapai kisaran setengah juta. Perolehan tersebut digunakan untuk membeli beberapa koleksi buku perpustakaan dan bisa dipinjamkan. Umi Khariroh menjelaskan bahwa dengan koin peduli baca, santri akan merasa lebih ‘memiliki’ buku perpustakaan karena mereka ikut andil dalam pembelian buku tersebut. Harapan ke depan, program ini dapat berjalan lebih lancar dan mendapatkan respon positif dari santri.
Ibu Khamdiyah, S.Pd.I selaku Ketua Umum Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri memberikan apresiasi terhadap program kerja dan perkembangan Perpustakaan an-Nabil. Beliau juga menyampaikan uacapan terimakasih kepada segenap pengurus Perpustakaan an-Nabil yang telah merelakan waktu dan tenaganya untuk mengabdi kepada warga pesantren. Mengaminkan doa pengurus an-Nabil, Ibu Khamdiyah berharap semoga perpustakaan an-Nabil dapat memenuhi standar perpustakaan berbasis IT, minimal pengadaan OPAK untuk mempermudah pencarian buku. Lebih lanjut lagi, beliau berharap akan ada ruangan yang lebih luas untuk menampung buku dan minat santri dalam membacanya. Melalui rapat pengurus PPNU-Pi, Ibu Khamdiyah memutuskan bahwa Pengurus Perpustakaan an-Nabil periode 1435/1436 H dinyatakan demisioner. Adapun LPJ dinyatakan diterima dengan syarat. Syarat tersebut di antaranya adalah revisi satu hari dan kesediaan pengurus untuk tetap melayani santri selama belum adanya pelantikan pengurus baru. Semoga perpustakaan an-Nabil semakin maju. Jazakumullah....
Pelantikan dan Penyerahan Trophy
Kamis (09/10) Ketua Umum PPNU-Pi melantik Pengurus Perpustakaan an-Nabil masa khidmat 1436-1437 H. Pelantikan tersebut segera dilaksanakan mengingat adanya kekosongan kepengurusan setelah sidang LPJ beberapa waktu kemarin. Dalam kepengurusan yang baru tersebut, Fitrotu Khoirinnisa menjadi Ketua Perpustakaan an-Nabil didampingi oleh Ulfatul Khizamah sebagai wakilnya. Adapun anggota keseluruhan adalah enam belas.
Pelantikan Pengurus Perpustakaan an-Nabil menjadi penutup kegiatan malam Jumat yang diadakan di halaman gedung Subulussalam setelah sebelumnya tampil tiga kelompok Majelis Syarhil Qur’an (MSQ). Pada kegiatan tersebut, Juara I lomba MSQ tingkat Kota Yogya maju menampilkan kebolehannya dalam berdakwah. Selain MSQ, Departemen Pendidikan dan Keterampilan mengumumkan hasil lomba MTQ tingkat Kota Yogya berikut penyerahan Trophy. Hal ini merupakan kebanggan tersendiri. Adanya kejuaraan-kejuaraan yang sering diraih oleh santri Nurul Ummah Putri diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi santri yang lain agar lebih giat belajarserta berprestasi. (Umm)

Selasa, 06 Oktober 2015
Semaan Oktober 2015
Nurul Ummah Putri akan menyelenggarakan semaan dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha. Semaan akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2015 yang terbagi dalam dua majlis. Adapun pembagian juz pada masing-masing majlis adalah sebagai berikut:
KELOMPOK A
1. Risalatun : 1 ⅟4 awal
2. Lia Salsabila : 1 ⅟4 kedua
3. Rizkiyatul Fathiyah : 1 ⅟4 ketiga
4. Khoerotun Naimah : 1 ⅟4keempat
5. Arum : 2 ⅟4 awal
6. Darul Khoiriyah : 2 ⅟4 kedua
7. Dwi Susilowati : 2 ⅟4ketiga
8. Alfi Nur aini : 2 ⅟4keempat
9. Lia Khodirotul Q : 3 ⅟2 awal
10. Ana Maghfuroh : 3 ⅟2 akhir
11. Suhaelatul Faizah : 4 ⅟4 awal
12. Nadia Rizky M : 4 ¼ kedua
13. Azka Nurrohmah : 4 ⅟2 akhir
14. Della Masyita : 5
15. FitriRohmania : 6 ⅟2 awal
16. Sonia Asyrofa : 6 ½ akhir
17. Uswatun Khairiyah : 7 ½ awal
18. Faza Amalia : 7 ½ akhir
19. MufidatulFaizah : 8 ½ awal
20. Nurul Hidayatun N : 8 ⅟2 akhir
21. Ummu Mawaddah : 9
22. Khafidzatul Latifah : 10
23. Firdausi Nuzula : 11
24. Sri Lestari : 12
25. Mahla salsabila : 13
26. Elok Faiqoh : 14
27. Shodimah : 15
28. Nur Afifah : 16
29. Husnul Khotimah : 17
30. Siti sangidah : 18
31. Rahmawati Husnul L : 19
32. Nur Laila Miladiyah : 20
33. Athik Nuroini : 21
34. Ana Wahyuni :22, 25
35. Nuzulul Hidayah : 23
36. Nikmatul Azizah : 24, 29
37. Hani septiana : 26
38. Nailatus sa’adah : 27, 28
39. Eli Aulia : 30 ½ awal
40. Oom Qomariyah : 30 ¼ kedua
KELOMPOK B
2. Nadratul A : 1 ⅟4 kedua
3. Leny : 1 ⅟4 ketiga
4. Ummu Aiman : 1 ⅟4keempat
5. Inarotul Millati A : 2 ⅟4 awal
6. Eni Widiyastuti : 2 ¼ kedua
7. Nuzulur Rahmaniya : 2 ⅟2akhir
8. Alvi Nurhidayati :3 ⅟2 awal
9. Rahmi Arsih :3 ⅟4 ketiga
10. Atik A5 : 3 ⅟4keempat
11. Rahma Alia : 4 ⅟4 awal
12. Nailatul Muna : 4 ¼ kedua
13. Khozanatur rizqi : 4 ½ akhir
14. Jaroyatun N : 5
15. Nur jannah : 6 ⅟2 awal
16. Minnati D : 6 ⅟2 akhir
17. Kunti Rahmatul F : 7 ½ awal
18. Tri Rahmatin : 7 ½ akhir
19. Fithatur Rizqoh : 8 ½ awal
20. Susilah : 8 ⅟2 akhir
21. Ibnati Faiqoh : 9
22. Ainatu Masrurin : 10
23. Salis Miratul : 11
24. Millati Azka : 12
25. Dwi Rahmawati : 13
26. Luluk Nurisnaeni : 14
27. Ita Nasyithotun Nafisah : 15
28. Umi khasanah : 16
29. Chamdiyah : 17
30. Qurrotu Ainy : 18, 24
31. Rahmawati Khusnul L : 19
32. Lila : 20
33. Nita : 21
34. Nurul Hidayah : 22
35. Malina Sofi : 23
36. Lutviana Khoiril U : 25, 28
37. Tsalisun Nisa’ : 26
38. Vina : 27
39. Siti Rahayu : 29 ½ awal
40. Miftahurrohmah : 29 ½ akhir
41. Laili : 30 ⅟4 awal
42. Retno : 30 ⅟4kedua
43. Esti : 30 ⅟4ketiga
44. Fitri Amalia :30⅟4keempat
NB:
bagi nama-nama yang belum tercantum harap menghubungi ita (A5) atau Afifah (A5)
bagi yang udzur diharapkan menghubungi Pendidikan JHQ dan mencari badal sendiri
bagi teman-teman yang masih dalam bimbingan wajib megikuti semaan dzulhijjah
santri JHQ diharapkan untuk membayar Semaan sebesar Rp.7.000,00 kepada Eni Widiyastuti (A5) paling lambat tanggal 15 Oktober 2015







